Seringkali kita merasa lelah bukan karena apa yang sedang kita jalani hari ini, melainkan karena mencemaskan apa yang belum tentu terjadi esok hari. Overthinking adalah sinyal bahwa kita sedang berusaha mengontrol apa yang bukan menjadi otoritas kita.
Di sinilah tawakal hadir bukan sebagai sikap pasrah yang pasif, melainkan sebagai penyerahan aktif yang membebaskan batin. Ketika kita melakukan yang terbaik yang kita bisa, lalu meletakkan hasilnya di tangan Allah, ketakutan akan masa depan perlahan memudar digantikan oleh kedamaian batin.
Sebagaimana Allah berfirman: "Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya." (QS. At-Talaq: 3). Mencukupkan di sini bukan hanya perihal materi, tapi kecukupan rasa damai dalam dada.